Salam Nusantara..!

Renny Masmada

January 1st, 2011 at 4:40 pm

majapahit dan perundang-undangan agama

KITAB KUTARA MANAWA DHARMASASTRA

oleh Renny Masmada

RM_net6

rennymasmada

Prof. Mr. Djokosoetono, ahli dan pakar hukum Indonesia yang terkemuka pernah berkata: “Seandainya peraturan-peraturan pada zaman Majapahit yang diterapkan oleh Gajah Mada itu tercatat dan catatan itu sampai kepada kita, maka kita sudah mempunyai dasar hukum nasional. Tidak seperti sekarang ini.” (Prof. Dr. Slamet Mulyana, Perundang-undangan Majapahit, Bhatara-1967-Djakarta)


Ungkapan kekecewaan Djokosoetono itu, seorang sarjana hukum terkemuka negeri ini, menyiratkan betapa kitab hukum yang digunakan saat itu pada zaman Majapahit setidaknya memiliki fasal-fasal yang sangat kapabel untuk digunakan sebagai landasan hukum nasional Republik Indonesia.

Peraturan-peraturan yang dimaksud oleh Djokosoetono itu adalah Perundangan-undangan Agama yang digunakan sebagai landasan hukum pada zaman Majapahit sejak lebih dari enam ratus tahun lalu.

Disebut Perundang-undangan Agama, karena nama ‘Agama’ pada salah satu kitab yang diketemukan selain dipakai sebagai judul, kata ‘Agama’ itu juga kedapatan pada pasal 2, 8, 25, 39, 71, 119, 139, 211, 213 dan 249. Pada pasal 61 kita dapati sebutan Sang Hyang Agama.

Kata Agama dalam bahasa Sansekerta berarti: pengetahuan, adat atau ajaran.

Kitab Perundangan-undangan Agama di atas di antaranya ditemukan di Bali seperti disebutkan oleh Rechtspleging Friederich dalam karangannya Schetsen van het eiland Bali.

Kitab Perundang-undangan Agama itu diduga kuat berasal dari zaman Majapahit dengan berbagai hipotesa, seperti:

  • Ditulis dalam bahasa Jawa Kuno, tidak dalam bahasa Jawa Tengahan seperti pelbagai Kidung.
  • Tata bahasanya sangat rapi dan sempurna dalam bahasa Jawa Kuno, sehingga kuat dugaan ditulis pada saat bahasa Jawa Kuno masih dipergunakan saat itu.

Dalam Nagarakretagama pupuh 73/1 dinyatakan dengan tegas bahwa prabhu Hayam Wuruk berusaha keras untuk dapat bertindak dengan bijaksana. Dalam menjalankan pengadilan orang tidak boleh bertindak sembarangan, harus patuh mengikuti segala apa yang telah dinyatakan dalam kitab perundang-undangan yang disebut Agama. Para pelaksana pengadilan tidak boleh berpihak, harus bertindak secara adil. Hanya dengan jalan demikian maka kesejahteraan rakyat itu akan tercapai.

Dalam Nagarakretagama pupuh 25/2 diuraikan bahwa ketika prabhu Hayam Wuruk singgah di Patukangan, dihadap oleh pelbagai pembesar di antaranya dhyaksa, upapati (pembantu dhyaksa) dan para panji yang paham tentang perundang-undangan yang disebut Agama. Ini mengisyaratkan betapa eratnya hubungan Kitab Perundang-undangan Agama dengan para pejabat hukum Negara saat itu.

Dalam Nagarakretagama pupuh 79/3 baris 1 dengan tegas dinyatakan bahwa pulau Bali dalam segala hal mengikuti pulau Jawa, termasuk tentunya dalam hal-hal yang berkaitan dengan tatanan hukum. Hal ini dapat kita lihat dari salah satu baris yang menguraikan bahwa amanat raja Wengker dan raja Singasari (Kertawardhana) patuh diikuti di pulau Bali.

Perundang-undangan Agama itu juga disebut Kutara-Manawadharmasastra, tertuang pada pasal 23 dan 65. Seperti juga tertulis dalam Kidung Sorandaka yaitu: Demung Sora, salah seorang manteri Majapahit dikenakan tuntutan hukum mati berdasarkan pasal astadusta dalam kitab perundang-undangan Kutara-Manawadharmasastra, karena membunuh Mahisa Anabrang.

Kitab perundang-undangan Agama yang juga disebut dengan Kutara-Manawa Dharmasastra ini tampak sangat kuat teradopsi dari India. Pengaruh India ini sangat jelas terlihat pada pasal 109 yang berisi penjelasan bahwa pasal tersebut diambil dari kitab perundang-undangan dari India Manawadharmasastra dan Kutarasastra yang bunyinya sebagai berikut:

‘Kerbau atau sapi gadaian setelah lewat tiga tahun, leleb, sama dengan dijual, menurut undang-undang Kutara. Menurut undang-undang Manawa, setelah lewat lima tahun. Ikutilah salah satu, karena keduanya adalah undang-undang. Tidaklah dibenarkan anggapan, bahwa yang satu lebih baik daripada yang lain. Manawadharmasastra adalah ajaran maharaja Manu, ketika manusia baru saja diciptakan. Beliau seperti batara Wisnu. Kutarasastra adalah ajaran bagawan Bregu pada zaman Treptayoga; beliau seperti batara Wisnu, diikuti oleh Rama Parasu dan oleh semua orang; bukan buatan zaman sekarang. Ajaran itu telah berlaku sejak zaman purba.’

Dalam teks aslinya, Kitab Perundang-undangan Agama memuat 275 pasal, namun di dalamnya terdapat beberapa pasal yang sama.

Sebagai bahan disertasinya untuk mencapai gelar doktor di universitas Leiden pada tahun 1885, J.C.G. Jonker, seorang sarjana dari Belanda telah menerbitkan kitab perundang-undangan Agama ini dalam huruf Latin dan diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda.

Yang menarik dari kitab perundang-undangan Agama ini adalah selain sebagai kitab undang-undang hukum pidana Majapahit, namun juga kedapatan hal-hal yang termasuk hukum perdata.

Hal-hal yang termaktub sebagai hukum perdata misalnya antara lain mengenai jual-beli, pembagian warisan, perkawinan dan perceraian.

Pada prinsipnya, kitab perundang-undangan Agama pada zaman Majapahit menjadi sandaran hukum yang sangat dipatuhi oleh segenap masyarakat dari strata rendah sampai yang paling tinggi.

Salam Nusantara..!

Tags: , , ,
-

 

RSS feed for comments on this post | TrackBack URI

  • Meta

  •  

    April 2014
    M T W T F S S
    « Mar    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Renny Masmada Menggugat..!

  • Cuplikan Film GM-2

  • FREE DOWNLOAD ebook Gajah Mada

  • FREE DOWNLOAD ebook Kesatuan Bhayangkara

  • FREE DOWNLOAD ebook Novel Pemberontakan Sadeng

  • Cuplikan Film GM-1

  • Hostinger Indonesia

    Hosting Gratis
  • Free Download Laguku

    BALADA PEJUANG Renny Masmada dan Ferry Matalu Syair: Rangga Nala Kalingga Record, Mei 1998

    PUISI INDONESIAKU Renny Masmada dan Ferry Matalu Puisi Karya: Yefigarata S. Graputin Kalingga Record, Mei 1998

    _______________________

    Bahtera Asmara Ajeng VP Masmada Cipt./Arr. Renny Masmada

    _______________________

    Bahtera Asmara Instrument Cipt./Arr. Renny Masmada

    _______________________

    Cinta Begitu Indah Theo & Ajeng Masmada Cipt./Arr. Renny Masmada

    _______________________

    Cinta Begitu Indah Alfindo Rudiyani Cipt./Arr. Renny Masmada

    _______________________

    Cinta Begitu Indah Instrument Cipt./Arr. Renny Masmada

    _______________________

    Kau Dustai Aku Tiara Izmiyola Cipt./Arr. Renny Masmada

    _______________________

    Kau Dustai Aku Instrument Cipt./Arr. Renny Masmada

    _______________________

    Cintailah Daku Selamanya Ajeng VP Masmada Cipt./Arr. Renny Masmada

    _______________________

    Cintailah Daku Selamanya Instrument Cipt./Arr. Renny Masmada

    _______________________

    Lagu Untuk Rake Ibnu R. Farhan Cipt. Ibnu R. Farhan Music Arr. Renny Masmada

    _______________________

  • PT. Tawi Nusantara

  • PT. Jipindo Pratama Mulia

  • EazySmart

  • Rokok Kesehatan


    kapan lagi SEHAT tanpa berhenti merokok? rokok kesehatan SIN MAJAPAHIT solusinya..!

  • Formula Bisnis

  • Bisnis Online

  • Webhost

    Free Website Hosting
  • Dunia Download

    FREE EBOOK